Monday, January 16, 2006

Ijab Qobul


Saya terima nikahnya dan kawinnya Kuneri Binti Kasnadi
dengan mas kawin tersebut diatas tunai


Akhirnya ... kalimat ini bisa Saya ucapkan di hadapan seorang wali dan dua orang saksi serta di saksikan puluhan orang lainnya di Kediaman Bapak Kasnadi/ Mertua Di Tanah Kusir 5 kebayoran lama selatan. 8 Januari 2006. Jam 9 Pai. Sebelumnya didahului dengan khutbah nikah serta mahar berupa sebuah cincin emas 7 gram. Sehingga terpenuhilah sebuah rukun nikah ...

Subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallah wallahu akbar

Apa-apa yang sebelumnya merupakan sebuah dosa besar, ketika perjanjian yang kuat (Mitsaqan Galizha) itu telah diucapkan, telah berubah menjadi sebuah pahala besar takkala dapat mengembannya dengan baik. Bertambahlah satu amanat untuk Saya emban yaitu seorang istri yang bernama Kuneri.

TonCe

My Sighat Taklik


Sighat Taklik

Saya Sartono Bin Katmo Rejo berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami. Saya akan pergauli istri saya bernama Kuneri Binti Kasnadi dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf) menurut syari'at Islam."

Sewaktu-waktu saya meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut, atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya, atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya, atau saya membiarkan (tidak mempedulikan) istri saya enam bulan lamanya, kemudian istri saya tidak rida dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima pengadilan, dan istri saya membayar uang sebesar Rp 1.000,00 sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya."

Jakarta, 8 Januari 2006
Suami,